Simulasi FEA pada Mechanical Dock Winch

Simulasi FEA pada Mechanical Dock Winch

Analisis struktural pada derek dermaga (mechanical dock winch) sangat penting untuk menjamin keselamatan dan keandalan operasional saat melakukan penambatan (mooring) atau penarikan (towing) kapal besar. Metodologi Finite Element Analysis (FEA) digunakan untuk mengevaluasi respons mekanis komponen winch—seperti drum penggulung (rope drum), sistem roda gigi (gear train), poros utama, dan rangka dudukan (frame)—terhadap beban tarik tali yang masif. Melalui diskretisasi geometri logam yang kompleks menjadi elemen solid dan cangkang, persamaan kesetimbangan mekanis dapat diselesaikan secara numerik. Simulasi ini mendeteksi titik-titik konsentrasi tegangan tinggi guna mencegah kegagalan katastrofik, seperti patahnya poros atau keruntuhan rangka dudukan saat menahan beban kejut dari pergerakan kapal akibat ombak.

Kondisi Batas Tumpuan Fondasi dan Skema Pembebanan Tarik Maksimum

Secara teknis, pemodelan dimulai dengan menetapkan kondisi batas (boundary conditions) yang merepresentasikan mekanisme penopang winch pada struktur dermaga atau geladak kapal, biasanya dimodelkan sebagai tumpuan kaku pada lubang baut fondasi (bolt foundation grounds). Skema pembebanan diatur secara komprehensif merujuk pada standar regulasi maritim seperti ISO 7365 atau aturan badan klasifikasi (BKI, ABS, DNV). Beban utama yang diaplikasikan adalah gaya tarik putus minimum tali (Minimum Breaking Load – MBL) atau gaya tarik operasional maksimum (Rated Line Pull) yang dikenakan sebagai beban permukaan sinusoidal pada drum penggulung untuk mensimulasikan jepitan tali baja (wire rope). Kontak non-linear permukaan-ke-permukaan diterapkan pada area roda gigi penyalur daya dan dudukan bantalan poros untuk mentransmisikan gaya reaksi dan torsi secara realistis ke seluruh struktur rangka.

Evaluasi Tegangan von Mises, Lendutan Poros, dan Risiko Tekuk Dinding Drum

Evaluasi hasil simulasi berfokus pada pemetaan tegangan von Mises di setiap komponen struktural guna memastikan nilainya tidak melebihi kuat luluh (yield strength) material baja tempa atau besi cor khusus yang digunakan. Parameter rigiditas poros utama dipantau ketat dengan mengukur defleksi lateral dan sudut puntir, karena kelenturan poros yang berlebih dapat merusak kelurusan roda gigi (gear misalignment) dan mempercepat keausan komponen internal. Pada bodi drum penggulung, analisis tekuk (buckling analysis) dilakukan untuk mengevaluasi ketahanan dinding silinder terhadap tekanan radial kumulatif dari beberapa lapisan lilitan tali baja (multi-layer wire rope pressure). Hasil analisis ini memvalidasi apakah ketebalan pelat drum dan penempatan flensa pengaku sudah optimal untuk menahan gaya remasan lateral tanpa mengalami distorsi permanen.

Jasa Simulasi Engineering PT Tensor

PT Tensor hadir sebagai mitra tepercaya yang menyediakan jasa simulasi FEA profesional untuk industri maritim, infrastruktur pelabuhan, galangan kapal, dan manufaktur alat angkat berat. Sejak tahun 2013, PT Tensor telah membantu banyak perusahaan memvalidasi kelayakan struktural serta mengoptimalkan desain komponen penambat melalui analisis FEA yang komprehensif dan akurat. Seluruh pengerjaan simulasi dilakukan oleh tim ahli berpengalaman dengan menggunakan software engineering berlisensi resmi, menjamin validitas data serta legalitas hasil analisis yang siap digunakan untuk keperluan pemenuhan sertifikasi kelas kelas (BKI/IACS), audit forensik klaim kerusakan, maupun investigasi kegagalan komponen mekanis di lapangan.